UJUNGPENANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menyiapkan pengembangan Hutan Kota seluas 2,8 hektare di Kompleks Perkantoran Gunung Sugih menjadi ruang terbuka hijau sekaligus bumi perkemahan berbasis budaya lokal pada 2027.
Kawasan tersebut direncanakan menjadi ikon baru Lampung Tengah yang memadukan fungsi lingkungan, ruang publik, edukasi, dan pelestarian budaya sembilan kebuaiyan Lampung.
Rencana itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., saat meninjau kawasan Hutan Kota, Rabu (28/10/2026). Ia didampingi Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Lampung Tengah, Dr. Drs. Sulpakar, M.M., serta Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Lampung Tengah, Irfan Toga Setiawan, S.E., M.M.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat potensi kawasan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penataan agar Hutan Kota menjadi lebih asri, sejuk, dan nyaman bagi masyarakat.
Komang Koheri mengatakan, Hutan Kota memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau yang tidak hanya memperindah lingkungan perkantoran, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan budaya.
“Kita ingin Hutan Kota ini menjadi kawasan yang tertata rapi, asri, dan sejuk. Selain memperindah lingkungan perkantoran, tempat ini nantinya diharapkan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat untuk bersinggah, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati suasana hijau,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan kawasan pada 2027 akan diarahkan pada pembangunan bumi perkemahan yang mengusung kekayaan budaya Lampung. Salah satu konsep yang disiapkan ialah menghadirkan representasi sembilan kebuaiyan Lampung sebagai sarana edukasi dan pengenalan adat istiadat kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kita ingin kawasan ini tidak hanya hijau dan indah, tetapi juga memiliki nilai budaya. Rencana pengembangan bumi perkemahan dan representasi sembilan kebuaiyan Lampung diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap adat dan budaya daerah,” kata Komang.

Selain penataan kawasan, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan dari kawasan Tugu Gajah menuju Hutan Kota.
Perbaikan akses tersebut diharapkan memudahkan masyarakat berkunjung sekaligus menunjang penataan lingkungan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.
Komang menegaskan, pengembangan kawasan harus direncanakan secara menyeluruh, mulai dari penataan ruang, penghijauan, aksesibilitas, hingga penyediaan fasilitas pendukung. Dengan demikian, Hutan Kota dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Kepala DPKPCK Lampung Tengah, Irfan Toga Setiawan, mengatakan penataan Hutan Kota perlu memperhatikan kerapian kawasan, kenyamanan pengunjung, fungsi ruang terbuka hijau, serta keberlanjutan lingkungan.
“Penataan Hutan Kota ini perlu dilakukan secara terencana, mulai dari pembenahan kawasan, penghijauan, akses jalan, hingga penyiapan fasilitas pendukung. Harapannya, kawasan ini menjadi lebih rapi, bersih, sejuk, dan nyaman sehingga masyarakat tertarik untuk datang dan memanfaatkannya sebagai ruang bersantai bersama keluarga,” ujar Irfan.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas harus tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan. Keberadaan pepohonan dan ruang hijau perlu dipertahankan agar kawasan tetap teduh, sedangkan kebersihan, kerapian, dan perawatan fasilitas menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan pengunjung.
Melalui rencana pengembangan tersebut, Hutan Kota Gunung Sugih diharapkan menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus sarana edukasi lingkungan dan pelestarian budaya Lampung.
Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berharap penataan kawasan seluas 2,8 hektare itu dapat berjalan seiring dengan pembenahan akses jalan dan peningkatan kualitas lingkungan perkantoran.
Jika terealisasi sesuai rencana, Hutan Kota Gunung Sugih berpotensi menjadi salah satu destinasi ruang publik di Lampung Tengah yang memadukan suasana alam, kegiatan rekreasi, dan pengenalan budaya lokal.
Pengembangan ini diharapkan turut mendukung terwujudnya Lampung Tengah yang unggul, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.(*)








