UjungPenaNews.com Natar, Lampung Selatan – Suasana penuh haru dan kegembiraan menyelimuti Pondok Pesantren Sunanul Huda Natar pada hari pertama Idul Adha. Sejak pagi, para santri, ustaz, dan Dewan Guru sudah berkumpul untuk melaksanakan salat Id dan menyambut momen istimewa: penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, suasana terasa lebih istimewa karena setiap moment idhul adha para santri dilibatkan secara langsung dalam proses penyembelihan dan pengelolaan daging kurban.
Penyembelihan dilakukan secara gotong royong oleh santri dan pengurus pondok. Dengan penuh semangat, mereka membantu memotong, membersihkan, dan membungkus daging kambing yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar. “Ini bukan sekadar proses pemotongan hewan kurban, tapi juga momen pendidikan tentang arti pengorbanan dan pentingnya berbagi,” ujar Ustaz Kgs Mun’in atau biasa dipanggil Gus Mun’in selaku Ketua Ponpes Sunanul Huda Natar, Jum’at (6/6/2025).
Para santri terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Meski harus bekerja di bawah terik matahari, mereka tetap bersemangat. Beberapa santri mengaku ini adalah pengalaman pertama mereka terlibat langsung dalam kegiatan kurban. “Rasanya senang sekali bisa ikut membantu. Kami jadi tahu bagaimana proses kurban itu sebenarnya, dan ternyata seru,” kata salah satu santri Pondok Sunanul Huda.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi pelajaran praktis tentang keagamaan, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Santri diajarkan nilai-nilai gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Mereka juga belajar bekerja dalam tim dan saling menghargai satu sama lain. Semua ini menjadi bagian dari pendidikan akhlak yang ditekankan di Ponpes Sunanul Huda.
“Idul Adha bukan cuma tentang menyembelih hewan, tapi tentang menyembelih sifat egois dalam diri. Lewat kegiatan ini, kami ingin santri memahami nilai pengorbanan yang sesungguhnya,” tambah Abah K.H Zamaksari Nawawi S.pd-, pimpinan pondok. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilestarikan sebagai tradisi pondok yang mendidik dan membangun jiwa sosial santri.
Tak hanya santri, dewan guru Ponpes Sunanul Huda pun merasakan daging kurban yang telah disembelih. Banyak dewan guru yang menyampaikan rasa syukur karena bisa merasakan daging kurban di tengah kondisi ekonomi yang sulit. “Kami sangat bersyukur, terima kasih kepada pondok dan semua santri,” ujar salah satu guru Mts Suananul Huda penerima kurban.
Tak hanya menjadi kegiatan tahunan, momen kurban ini di Ponpes Sunanul Huda menjadi sarana pembelajaran yang nyata dan menyenangkan. Banyak santri yang berharap kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan, bahkan mungkin menjadi agenda rutin yang lebih terstruktur ke depannya.
Hari pertama Idul Adha di Ponpes Sunanul Huda Natar tahun ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan nilai luhur keagamaan dapat diwujudkan dalam aksi nyata. Melalui potong kambing bersama santri, mereka tak hanya merayakan hari besar Islam, tapi juga memperkuat solidaritas dan semangat berbagi yang menjadi inti dari Idul Adha itu sendiri.








