UJUNGPENANEWS.COM Lampung tengah – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos., mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Lampung, sebagai bagian dari upaya mempertahankan jati diri bangsa di tengah perkembangan zaman.
Momentum Hari Kebudayaan Nasional 2026 diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi, adat istiadat, seni, serta nilai-nilai luhur warisan leluhur agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Menurut Ni Ketut Dewi Nadi, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas bangsa yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat, mempererat persaudaraan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Budaya adalah identitas bangsa yang harus kita jaga bersama. Indonesia memiliki beragam adat istiadat, bahasa, seni, dan tradisi yang menjadi kekayaan bangsa. Jangan sampai warisan tersebut hilang karena kurangnya perhatian dari kita sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh adat, pelaku seni, lembaga pendidikan, keluarga, hingga generasi muda.
Menurutnya, pengenalan budaya harus dimulai sejak dini melalui lingkungan keluarga, sekolah, maupun berbagai kegiatan kemasyarakatan. Dengan demikian, anak-anak dapat mengenal, mencintai, dan menghargai budaya sendiri di tengah derasnya pengaruh perkembangan global.
Ni Ketut Dewi Nadi juga menilai kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui media digital, generasi muda dapat mengenalkan berbagai tradisi daerah, kesenian, pakaian adat, hingga kearifan lokal dengan cara yang kreatif dan menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
“Anak-anak muda harus ikut mengambil bagian dalam melestarikan budaya. Mereka bisa mengenalkan tradisi melalui cara-cara kreatif dan modern, tetapi tetap menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu,” tambahnya.
Budaya Lampung Harus Tetap Hidup
Secara khusus, Ni Ketut Dewi Nadi mengajak masyarakat Lampung untuk semakin bangga terhadap kekayaan budaya daerah, mulai dari adat istiadat, bahasa, seni tradisional, kerajinan, hingga berbagai kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Lampung.
Ia mengingatkan agar budaya Lampung tidak hanya dikenal sebagai bagian dari sejarah, tetapi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Menurutnya, upaya pelestarian budaya juga berpotensi memberikan manfaat bagi pembangunan daerah, terutama dalam mendukung sektor pariwisata, mengembangkan ekonomi kreatif, serta membuka peluang bagi para pelaku seni dan budaya untuk terus berkarya.
“Budaya Lampung adalah kebanggaan kita bersama. Mari kita jaga, kita kenalkan kepada anak-anak dan generasi muda, serta kita lestarikan agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa menjaga budaya juga berarti menanamkan sikap saling menghormati di tengah perbedaan. Keberagaman adat istiadat, tradisi, bahasa, dan kebiasaan yang dimiliki masyarakat Indonesia merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama.
Perbedaan tersebut, lanjutnya, hendaknya menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, bukan menjadi alasan untuk terpecah belah.
Ni Ketut Dewi Nadi berharap peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong lahirnya langkah nyata dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.
“Melestarikan budaya adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan mengenal, mencintai, dan menjaga budaya sendiri, kita turut membangun generasi yang berkarakter serta menjaga persatuan bangsa,” tutupnya.
Melalui semangat kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, budaya Indonesia, khususnya budaya Lampung, diharapkan terus berkembang, tetap lestari, dan menjadi kebanggaan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.(*)











