UJUNGPENANEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) menegaskan bahwa proses pemilihan penyedia pekerjaan peningkatan ruas jalan Bandar Sari–Payung Rejo melalui mini kompetisi pada E-Katalog Versi 6 dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan terbuka bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas BMBK Lampung Tengah, Rahmat Danil, S.E., S.T., menjelaskan bahwa undangan mengikuti mini kompetisi diterbitkan secara otomatis oleh sistem berdasarkan kualifikasi perusahaan, kesesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), serta data pelaku usaha yang terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS).
“Perusahaan yang mendapatkan undangan mengikuti mini kompetisi merupakan perusahaan yang telah memenuhi kriteria berdasarkan penyaringan sistem. Mekanisme ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha yang sesuai kualifikasi untuk ikut berkompetisi secara terbuka,” jelas Rahmat Danil, Jumat (30/10/2026).
Ia menambahkan, pengumuman mini kompetisi dilakukan secara nasional melalui E-Katalog Versi 6. Dengan demikian, kesempatan mengikuti kompetisi tidak terbatas bagi perusahaan yang berdomisili di Lampung Tengah, sepanjang memenuhi persyaratan sistem.
Terkait penggunaan concrete paving machine atau slipform paver, Rahmat Danil menyebut peralatan tersebut diperlukan untuk mempercepat pekerjaan penghamparan beton, menjaga konsistensi hasil, serta mendukung penyelesaian pekerjaan sesuai target waktu 60 hari kalender.
Menurutnya, berdasarkan perhitungan teknis, alat tersebut mampu menghamparkan beton sepanjang kurang lebih 800 meter hingga satu kilometer dalam waktu sekitar delapan jam. Kebutuhan peralatan itu juga disebut tercantum dalam analisis lampiran Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor 47 Tahun 2026 dengan kode E 42.
Menanggapi anggapan bahwa penggunaan alat tersebut dapat membatasi persaingan usaha, Rahmat Danil mengungkapkan bahwa paket pekerjaan sebelumnya di ruas Bandar Sari–Payung Rejo diikuti tiga perusahaan. Sementara itu, pada paket mini kompetisi yang sedang berlangsung, jumlah peserta tercatat mencapai delapan perusahaan.
“Partisipasi perusahaan tersebut menjadi gambaran bahwa penggunaan slipform paver tidak serta-merta membatasi kesempatan penyedia untuk mengikuti kompetisi maupun mendapatkan layanan sewa peralatan,” tegasnya.
Rahmat Danil menegaskan, Dinas BMBK Lampung Tengah berkomitmen menjalankan pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan persaingan usaha yang sehat.
Ia berharap penggunaan teknologi konstruksi yang tepat dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, menjaga kualitas pekerjaan, dan memastikan peningkatan jalan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.(*)











